Destinasi Nepal Negeri 1000 Dewa

Destinasi Nepal

Destinasi Nepal Negeri 1000 Dewa

Destinasi Nepal Negeri 1000 Dewa – Suasana menjelang malam di Pashupatinath, Kathmandu, Nepal. Di sinilahlokasi pembakaran jenazah. Di bawah terik matahari Agustus lalu, saya menyusuri labirin Thamel di Kathmandu, Nepal, merasakan riuh gang-gang sempit yang sanat dikenal pencinta penjelajahan danpendakian gunung di negeri atap dunia ini. Di Thamel, saya menikmati detak kehidupan penduduk di “Negeri Seribu Dewa”.

Ratusan toko kecil berjejalan. Ada yang memasarkan peralatan trekking atau pemanjatan gunung, laksana jaket, sepatu, ransel, dan sekian banyak  macam perangkat lain. Jika kamu tak inginkan membelinya, boleh pula menyewanya.

Ada pula toko yang memasarkan beraneka cenderamata, mulai dari baju khas Nepal, kain sari India, syal, beragam lukisan, topi, kaus, dan kartu pos.

Berbagai restoran yang menyajikan pelbagai menu makanan pun ada di Thamel.

Gang-gang sempit tersebut pun diwarnai bunyi klaskon taksi-taksi kecil yang merayap melewatinya. Penarik becak yang membawa turis tak pulainginkan kalah. Mereka berteriak meminta jalan untuk para pejalan kaki, sebagian salah satu mereka ialah pelancong dari negeri-negeri asing.

Di sini, di labirin Thamel ini, saya mengawali “pembelajaran” sekitar satu pekan ke depan.

Siang itu, saya hendak ke Numan-dhoka Durbar Square. Kompleks bangunan yangada di Lembah Kathmandu ini adalahsatu dari tujuh website warisankebiasaan dunia, UNESCO, World Cultural Heritage Site.

Karena letaknya tak terlampau jauh dari Thamel, lokasi hotel saya berada, saya memilih berlangsung kaki mengarungi jalan sempit dan riuh Chaksibari Marg. Tak terlampau lama, saya mendarat di sala hsatu gerbang Hanuman-dhoka Durbar Square.

Nepal masih mempunyai enam website lain, yaitu Patan Durbar Square, Bhaktapur Durbar Square, Pashupatinath Temple, Boudhanath Stupa, Swayambunath Temple, dan Changu Narayan yang adalahcandi Hindu tertua.

Keberadaan candi-candi berikut yang menciptakan Nepal dijuluki “Negeri Seribu Dewa”. Hingga kini, ketujuh website tersebut terawatt dengan baik dan digunakan untuk upacara keagamaan Buddha dan Hindu serta Turis bakal dikenai ongkos tiket sebesar RS 750 (sekitar $ 7.5) guna masuk ke Hanuman dhoka durbar square. Dana berikut yang dipakai untuk melestarikan website tersebut. Di dalam Hanuman-dhoka Durbara Squareterdapat 43 obyek yang dapat dinikmati, mulai dari candi, patung, lonceng, bangunan kuno dan antic, sampai museum. Kompleks candid anlokasi pemujaan ini di bina pada abad ke-12 sampai ke-18.

Nama Hanuman –dhoka dipungut dari patung Hanoman yagn didirikan Raja Pratap Malla di depan pintu gerbang istananya pada 1672. Sembilan bangunanlokasi tinggal tinggal di tempatgi tersebut dibangun Raja Prithvi Narayan Shan pada 1770 dan dikenal dengan nama Basantapur Durbar. Kiniborongan kompleks tersebut lebih dikenal dengan nama Kathmandu Durbar Square.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *