Keunikan dan Pahami Sejarah Orang Tolaki yang Kaya Warisan

sejarah orang Tolaki

Keunikan dan Pahami Sejarah Orang Tolaki yang Kaya Warisan

Melihat penduduk adat rasanya memang penasaran untuk menggali informasi menarik, sebab akan banyak wejangan maupun kebiasaannya yang mengundang keunikan. Dengan beragam suku membuat pandangan Anda tertuju pada sejarah orang Tolaki yang banyak disorot saat ini.

Ragam budaya di Sulawesi mulai dari akulturasi sampai transmigrasi penduduk membuat penduduk aslinya mengalami pergeseran. Namun eksistensinya bisa dibilang sangat pesat, apalagi berbagai tradisi dan keunikannya mengundang banyak tanya.

Pergeseran diawali dari banyaknya imigran dari Filipina, Timur sampai orang Jawa menjadi latar belakang adanya pertukaran budaya. Tetapi, saat ini budaya aslinya masih terjaga utuh guna selamatkan generasi penerusnya untuk mencintai budaya luhurnya sendiri.

Kemudian, apa saja keunikan orang Tolaki yang menempati daerah Sulawesi Tenggara dan berinvasi ke Sulawesi Tengah? Ada apa saja kira-kira yang bisa dikupas menjadi sebuah destinasi orang luar menuju ke sana? Simak ulasan ringkasnya di sini.

Mengenal Orang Tolaki beserta Menggali Adat Lebih Dekat

Ketika Anda mendengar Sulawesi Tenggara, yang paling dikenal hanya Kendari dan Konawe. Namun, pada masyarakatnya jarang sekali diekspos sehingga kurang pamor dibanding kedua daerah tersebut.

Masih kalah saing dengan Tana Toraja yang letaknya berdekatan dengan provinsi, tetapi potensi wisata alam lautnya tidak bisa dipungkiri mampu mengundang banyak pengunjung. Di daerahnya terdapat masyarakat suku Tolaki yang dikenal sebagai mayoritas lokal.

Menurut referensi dan ekspedisi bahwa suku Tolaki ini memiliki data pustaka bahasa, yakni Laki, Tokea dan Lolaki. Keragaman sebutan ini menjadi identik sebab banyak temuan asing yang menyebutnya sebagai masyarakat adat paling berpengaruh di pulau Sulawesi.

Kemudian, terdapat subsuku yakni Labeau, Mowewe, Mekongga, Aserawanua, Tamboki dan Wiwirano dengan populasi saat ini berkisar 150.000 jiwa. Adapun keunikan yang melekat dapat diuraikan sebagai acuan ketika berkunjung dan bertemu orang Tolaki.

  1. Penggunaan Bahasa sebagai Pengantar Komunikasi

Tergolong dalam bahasa Bungku-Laki, rumpun dari Bungku Morowali ini sering digunakan pada penduduk Sulawesi Tengah dan Tenggara. Suku Tolaki memakainya sebagai bahasa daerah dengan beberapa dialek mendekati Toraja.

Namun, hampir mirip dengan Melanesia dan percampuran antara dialek Jawa, menjadi ciri khas tersendiri ketika Anda mendengar interaksi masyarakatnya, sehingga menjadikan sejarah orang Tolaki yang meluas hingga penjuru Nusantara hanya dilihat dari dialek dan bahasanya.

  1. Profesi Tolaki yang Unik

Kemudian merujuk pada mata pencaharian didominasi dengan pertanian, perkebunan dan peternakan, meskipun ada waktu tertentu untuk berburu serta nelayan. Jika melihat persebaran penduduknya, maka daerah Konawe lebih pada sektor laut.

Lalu pada daerah lainnya seperti Kendari dan sekitarnya, dimana kualitas hutan dan kebun sangat potensial, maka orang Tolaki lebih memilih bertani seperti padi, jagung dan sebagainya. Bahan makanan pokok sering menjadi pandangan menarik ketika melihat daerah suku Tolaki.

  1. Acuan Sosiokultural menjadi Tombak Kekhasan Tolaki

Dalam tatanan masyarakat, orang Tolaki masih menganut pada sistem kasta. Posisi pemerintahan dan pejabat disebut anakia, kemudian sebutan maradika untuk golongan rakyat biasa dan ada juga golongan tawanan perang dan hamba sahaya.

 

Sekilas memang seperti masyarakat Bali, dimana umat Hindu secara mayoritas membauri sistem kasta yang dianutnya. Namun, ada pengecualian ketika makin banyaknya imigran dan wisatawan yang memilih menetap di surga Nusantara tersebut.

Kemudian pada sistem pernikahan, masih menggunakan hubungan kekerabatan bersifat parental. Pada sesi pernikahan ini pihak laki-laki harus bersedia memberikan maskawin disesuaikan dengan kedudukan dari pihak wanita secara kemasyarakatan.

Pada masa dahulu menurut informasi lanjutan bahwa ada sistem perkawinan Tolak, yakni sekedar memberi jasa kepada mertua setelah menikah. Hal ini bersifat matrilokal sebelum nantinya berlanjut pada neolokal.

  1. Kepercayaan Adat Tolaki Hingga Hari Ini

Sistem kepercayaan masyarakat Tolaki sejak lama menganut agama Islam, tapi sisa kepercayaan sebelum Islam masih dianut pada kelompok kecil tertentu. Animisme yang dianut meyakini adanya roh-roh yang mendiami suatu benda, sebutannya yakni sanggelo.

Kemudian ada lagi makhluk halus yang dianggap sebagai dewa, yakni sangia. Adanya dua jenis sanggelo yakni baik dan buruk, sehingga nantinya masyarakat bisa membedakan antar keduanya secara bijak.

Secara garis besar, berbicara sejarah orang Tolaki memang sekilas ada kemiripan dengan budaya lainnya di Indonesia, tetapi pada intinya semua manusia Nusantara memiliki kepercayaan satu yakni persatuan dalam keberagaman atau Bhinneka Tunggal Ika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *